fbpx

Akuisisi Uber oleh Grab dan Tantangannya

 In Articles, News

Salah satu manfaat dari akuisisi horizontal adalah mengurangi tingkat persaingan, sehingga Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memberikan perhatian khusus terhadap akuisisi Uber oleh Grab yang terjadi di Asia. Banyak sekali tulisan yang mengungkapkan tentang kerugian konsumen yang kehilangan pilihan transportasi dan  juga masalah nasib para driver Uber yang mengalami kesulitan untuk daftar ulang. Karena dalam aspek persaingan usaha hal ini memang sangat menarik untuk dibahas.

Diskusi ICLA 27 April 2018 di AHP Law Firm

Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh ICLA (Indonesia Competition Law Association) di Kantor AHP Law Firm, Capital Place Jakarta tanggal 27 April 2018 memang tidak menyoroti secara langsung apakah akuisisi ini bermasalah atau tidak, namun lebih melihat kemungkinan dampak yang akan muncul dan bagaimana peran KPPU dalam mengurangi resiko dampak tersebut. Selain itu dalam diskusi untuk memperingati 1 tahun ICLA ini hanya sebatas membuat perbandingan tindakan akuisisi Grab terhadap uber di 8 negara di Asia Tenggara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan  Singapura.

Dalam pemberitaan tangga l 27 Maret 2018, ketua KPPU M. Syarkawi Rauf mengungkapkan kemungkinan Grab dan Uber terkena denda jika tidak melaporkan proses akuisisi ini kepada KPPU sebagaimana diatur dalam  pasal UU no 5 tahun 1999  jo pasal 5 Peraturan Pemerintah no 57 Tahun 2010. Hal in karena nilai akuisisi ini diduga lebih dari Rp. 20 trilyun, sehingga pemberitahuan bersifat wajib dalam 30 hari setelah proses akuisisi selesai, dengan besaran denda Rp. 1 milyar per hari keterlambatan.

Selain masalah kewajiban administratif, KPPU dihadapkan pada persoalan (kemungkinan) terjadinya oligopoli dalam bisnis transportasi daring, karena praktis di Indonesia hanya tinggal Go-jek dan Grab, hal ini tentu akan menghambat kompetitor baru yang mencoba masuk ke persaingan bisnis ini. Setidaknya hasil penelusuran dari berbagai sumber informasi ada beberapa yang sudah bisnis transportasi daring yang tutup setelah merebaknya Go-jek, Grab, dan Uber, seperti blu-jek, topjek, ladyjek, ojek argo dan sebagainya. Mereka tutup karena gagal bersaing dengan ketiga operator tersebut. Ketika 2 operator besar menjadi satu, maka peluang untuk start up untuk masuk ke dalam bisnis ini akan mengalami kesulitan karena pasar sudah didominasi oleh dua raksasa transportasi daring ini.

Belum selesai kementrian perhubungan disibukkan dengan kebijakan bagaimana agar transportasi daring dan luring (konvensional) bisa saling melengkapi, sekarang dihadapkan pada persoalan yang lebih pelik lagi soal persaingan usaha. Persaingan 2 raksasa transportasi daring selain mempersulit kompetitor baru untuk masuk, tentu konsumen akan semakin terbatas pilihannya. Persaingan juga akan merambah ke dunia jasa kurir lokal, karena 2 raksasa ini juga memiliki fitur layanan pengiriman paket langsung sampai.

Di sisi yang lain, konsumen juga semakin terbatas pilihannya, apalagi area spesifik andalan mereka berbeda dimana grab lebih dikenal karena mobilnya sedang go-jek lebih dikenal dengan motornya. Oleh karena itu,jika ada yang ingin berkompetisi dengan mereka artinya harus menyiapkan modal yang besar dan harus memiliki unsur pembeda dengan sistem transportasi daring yang sudah dikembangkan oleh kedua raksasa ini.

Disinilah tantangan Pemerintah melalui kebijakanya serta KPPU melalui kewenangannya untuk bisa “memaksa” para raksasa dengan modal besar tersebut memberikan andil terhadap start-up dalam bidang transportasi ini bisa berkembang. Karena bisnis yang baik adalah yang mampu mendorong pelaku bisnis yang lain tetap hidup untuk saling melengkapi.

 

*Tulisan ini merupakan opini subyektif yang bukan kajian menyeluruh atas permasalahan hukum yang berkembang saat ini. Untuk mendapatkan informasi yang lebih memadai atas aspek hukum dan praktik terkait isu dalam tulisan ini silahkan menghubungi kami. 

Please follow and like us:
Recommended Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Start typing and press Enter to search