Mencermati Perjanjian Joint Venture

 In Corporate

Jika sebelumnya sudah pernah dituliskan tentang 3 Aspek Hukum terkait Joint Venture, maka dalam tulisan kali ini kami coba untuk melihat lebih dalam terkait salah satu aspek tersebut yaitu perjanjian join venture. Apa saja yang patut dicermati sebelum membuat perjanjian, isi perjanjian, pelaksanaan perjanjian hingga setelah berakhirnya perjanjian.
Menurut pemaparan dari Brigitta I. Rahayoe, seorang lawyer senior yang sudah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia corporate lawyer mengungkapkan beberapa alasan untuk membentuk join venture, yaitu terkait keuangan, keahlian dan sumberdaya teknis, percepatan penetrasi, menurunkan biaya produksi, dan upaya pengendalian langsung. Hal ini menjadi penting bagi sebuah perusahaan melakukan due diligence terhadap calon mitra join venture sebelum dibuat perjanjian. Menurut Brigitta, setidak ada 3 due diligence yang harus dilakukan yaitu Legal Due Diligence, Financial Due Diligence, dan Social Due Diligence. Mengetahui latar belakang calon mitra dalam join venture ini sangat penting sebagai upaya mitigasi resiko ketika ternyata ada causa yang tidak halal dalam join venture ini (brigitta mencontohkan, beredarnya Panama Paper, money laundry dsb). Selain itu, keterbukaan dari calon perusahaan mitra untuk memberikan data-data perusahaan merupakan sebuah indikasi awal bahwa perusahaan tersebut positif. Hanya saja, dalam melakukan due diligence kita tidak bisa melakukan sendiri, melainkan harus menyewa konsultan hukum di negara setepat.
The devil is in the detail, merupakan sebuah idiom lama yang mengingatkan agar memperhatikan setiap detail dalam isi perjanjian. Sebelum draft perjanjian dibuat, perusahaan calon mitra akan menyampaikan letter of intend yang pada prinsipnya berisi tentang keinginan untuk menjalin kerja sama. LOI merupakan pintu masuk untuk membahas seperti apa join venture akan diselenggarakan, dan apa saja yang perlu diatur dalam perjanjian. Dalam proses negoisasi juga akan dilihat kelengkapan dokumen perusahaan termasuk di dalamnya adalah dokumen hadil due diligence dari kedua belah pihak. Selain kesepakatan terkait isi perjanjian, pembuatan draft perjanjian pun harus disepakati teknisnya agar dihasilkan perjanjian yang seimbang untuk para pihak.
Komponen dasar perjanjian join venture adalah:
• Shareholders Agreement / perjanjian antara pemegang saham yang berisi tentang permodalan, pengalihan saham, pembagian atas aset, pemutusan hubungan join venture dll.
• Charter document / dokumen pendirian perusahaan.
• Ancillary Agreement / Perjanjian Turunan, perjanjian inii bersifat terpisah yang biasanya mengatur tentang jasa-jasa pemegang saham, penjualan/pembelian barang, jasa manajemen, pemasokan, lisensi teknologi produksi, distributor, konstruksi dll.
Selain komponen tersebut, hal lain yang paling penting untuk diperhatikan, karena perjanjian joint venture memiliki banyak variable yang satu sama lain saling tergantung. Secara garis besar, menurut Brigitta setidaknya ada 8 hal utama yaitu:
1. Tujuan finansial dan tujuan fungsional
2. Kontribusi para pihak
3. Struktur permodalan
4. Pengelolaan dan pengendalian
5. Menjalankan usaha
6. Pembatasan Pengalihan Kepemilikan Perusahaan
7. Pemutusan awal dari masing-masing pendiri perusahaan joint venture
8. Ketentuan-ketentuan pemutusan hubungan joint venture.
Diterapkannya One Single Submission (OSS) di Indonesia dimana proses perijinan bisa cepat didapatkan, sehingga proses yang paling krusialnya adalah pada proses persiapan dimana bisa mengakomodir mitigasi resiko yang tidak akan bisa terdeteksi dalam sistem OSS tersebut.
Selain hal tersebut diatas, ada hal yang paling penting untuk menjadi pertimbangan awal adalah negara asal perusahaan calon mitra joint venture, karena setiap negara memiliki kebijakan tax threaty yang berbeda yang dampaknya bisa menguntungkan atau merugikan perusahaan di Indonesia.

*Tulisan ini hanyalah catatan diskusi tentang Perjanjian Joint Venture yang diselenggarakan oleh DPC Peradi Jakarta Pusat Jum’at 29 Maret 2019, bukan merupakan advice komprehensif. untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami.

Recommended Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Start typing and press Enter to search