Mengenal Putusan Verstek

 In Litigation

satu istilah yang kita dikenal dalam proses persidangan adalah adanya putusan verstek. Putusan verstek adalah Putusan tanpa hadirnya tergugat atau penggugat. Hakim dapat membuat putusan verstek ketika memenuhi beberapa ketentuan sebagaimana diatur dalam 125 ayat (1) HIR atau pasal 78 Rv yaitu:
1. telah dipanggil dengan sah namun tidak hadir di dalam sidang yang telah ditentukan dengan alasan yang tidak sah
2. telah dipanggil dengan sah namun tidak datang pada hari yang ditentukan dan
3. tidak menyuruh orang lain menghadap sebagai wakilnya
Yang biasanya akan menjadi pangkal permasalahan dalam putusan verstek adalah pada frasa “telah dipanggil dengan sah”, bagaimana ketentuan sebuah penggilan itu dinyatakan sah? panggilan dianggap sah sepanjang memenuhi kriteria yang diatur dalam pasal 390 ayat (1), (3) HIR, pasal 6 ke – 7 Rv, diantaranya yaitu sudah dilakukan panggilan resmi sebanyak 3 kali dan sudah ada bukti tanda terima baik oleh pihak tergugat secara langsung maupun tidak langsung
Putusan Verstek memiliki beberapa konsekuensi baik putusan verstek kepada penggugat maupun kepada tergugat. Konsekuensi putusan verstek terhadap penggugat adalah membebaskan biaya perkara kepada tergugat, serta menghukum penggugat membayar biaya perkara. Sedangkan konsekuensi putusan verstek terhadap tergugat adalah mengabulkan gugatan seluruhnya atau sebagian, atau menyatakan gugatan tidak dapat dierima apabila gugatan tidak mempunyai dasar hukum. Pada prakteknya, yang paling sering terjadi adalah putusan verstek yang dijatuhkan kepada tergugat, karena lazimnya penggugat adalah pihak yang paling memiliki kepentingan atas permasalahan hukum yang sedang disidangkan, sehingga kemungkinannya kecil bagi penggugat untuk tidak menghadirinya.
Terhadap putusan verstek, terhadap penggugat memang tidak ada upaya hukum kecuali mengajukan gugatan baru. Namun demikian merujuk pada pasal 8 Undang – undang No. 20 Tahun 1947 Tentang Pengadilan Peradilan Ulangan di Jawa dan Madura, bahwa apabila putusan verstek menyatakan gugatan tidak dapat diterima atau gugatan ditolak masih terbuka hak bagi penggugat untuk melakukan upaya hukum banding. Sedangkan upaya hukum yang bisa dilakukan tergugat adalah perlawanan (Verzet), banding dan kasasi.
Verzet adalah perlawanan diajukan sendiri oleh tergugagt atau kuasanya dan ditujukan kepada PN yang menjatuhkan putusan verstek sesuai tenggang waktu yakni 14 hari terhitung dari tanggal pemberitahuan putusan verstek tersebut sampaikan kepada tergugagt sendiri atau kuasanya. Apabila melampaui tenggang waktu tersebut, maka konsekuensinya hak tergugat gugur untuk mengajukan perlawanan, tergugagt dianggap menerima putusan verstek. Putusan verstek langsung memperoleh kekuatan hukum tetap dan tertutup upaya banding dan kasasi.
Adapun tujuan utama hakim bisa membuat putusan verstek adalah untuk mendorong para pihak menaati tata tertib beracara, sehingga proses pemeriksaan penyelesaian perkara dapat terhindar dari kesewenangan.

*tulisan ini bukan kajian komprehensif yang bisa dijadikan acuan dalam masalah hukum, untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami.

Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Start typing and press Enter to search