Masa depan Penerapan Restorative Justice dalam Hukum Pidana Indonesia

 In Hukum Pidana

Seminar Nasional: Mendorong Restorative justice dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia, Rabu 17 Juli 2019 di Auditorium Universitas Pancasila, Jakarta Pusat.

Berbicara tentang restorative justice, kita akan mengingat kembali kasus yang menimpa nenek asyani, nenek saulina sitorus, nenek minah, serta nenek rasmin. Mereka adalah para perepuan lanjut usia yang dituduh melakukan tindak pidana pencurian, dan divonis bersalah oleh hakim. Ketika ditanya, apakah yang dilakukan nenek-nenek tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan kebenaran? Jawabnya adalah benar, namun apakah kebenaran itu memberikan rasa keadilan?
Hukum Pidana yang berlaku saat ini masih berprinsip bahwa barang siapa melakukan tindak pidana akan diberikan hukuman. Hukuman pidana sendiri dibagi menjadi 2 macam yaitu Pidana denda dan pidana penjara. Artinya, semangat yang dibangun dalam sistem hukum pidana kita adalah untuk menimbulkan efek jera melalui pemidanaan. Masalah mendasarnya tentu adalah hukum ini berlaku untuk semua kalangan, tanpa melihat besaran kerugian atau dampak yang ditimbulkan. Sehingga hukum akan memperlakukan hal yang sama terhadap pencuri ayam aupun pencuri sapi, karena secara prinsip sama-sama mencuri. Dan intervensi negara melalui polisi serta jaksa, ternyata tidak cukup memberikan keadilan yang hakiki, karena mereka hanya terpaku pada norma yang tertulis dalam Undang-undang saja.
Apakah restorative justice mampu menjawab kegelisahan terkait pelaksanaan hukum pidana dan pemidanaan? Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena restorative justice memiliki dimensi yang cukup luas. Restorative justice tidak hanya berbicara masalah revisi KUHP dan KUHAP, hanya sekedar menambahkan peran mediator kepada penyidik. Retorative justice merupakan semangat rekonsiliasi dan rehabilitasi terhadap korban dan pelaku tindak pidana. Mengembalikan kepada keadaan yang baik sebagaimana mestinya, tentu akan lebih baik daripada menghukum pelaku pidana meskipun pemidanaan itu tidak menguntungkan korban sekalipun.
Lalu bagaimana penerapan restorative justice di Indonesia, hal yang paling penting untuk digarisbawahi adalah bagaimana memulihkan kerusakan yang ditimbulkan dari perbuatan pidana tersebut, dan bagaimana norma bisa menjadi alat untuk memperbaiki keadaannya.
Mulai dari substansi hukum, tata laksana sistem pidana dan pemidaan harus berisi ketentuan-ketentuan yang memungkinkan adanya uaya perdamaian antara pelaku dan korban. Tentu tidak semua tindak pidana bisa dilakukan perdamaian, dalam beberapa tindak pidana bahkan tidak hanya menghukum namun kompensasi untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan itu jauh lebih penting, seperti contohnya adalah hukuman untuk pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kemudian struktur hukum, bahwa para penegak hukum Polisi, Jaksa, Hakim, dan Advokat harus mampu sekaligus berperan sebagai mediator ataupun konsiliator, sehingga penanganan tindak pidana tidak hanya melihat pada perbuatannya saja, namun bisa melihat pada dampak yang ditimbulkan oleh perbuatan pidana tersebut. Jika dirasa dampak yang ditimubulkan tidak parah, atau bahkan jika pelaku kejahatan dihukum malah berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat sebaikanya tidak perlu dilakukan pemidanaan.
Dan yang terakhir adalah memperbaiki kultur hukum, hal ini terkait dengan peran serta masyarakat untuk turut serta memperbaiki keadaan sebagaimana keadaan sebelum terjadinya tindak pidana. Hal ini menjadi penting ketika pada akhirnya pelaku tindak pidana yang sudah menjalani masa hukumannya harus kembali kepada masyarakat.
Restorative justice hanya akan bisa bekerja dengan baik jika sistem hukum yang terdiri dari substansi, struktur dan kultur bisa saling melengkapi.

*Tulisan ini bukan kajian komprehensif dan hanya merupakan opini terkait pembahasan dalam seminar tentang Restorative Justice yang diselenggarakan di Universitas Pancasila 17 Juli 2019. untuk informasi lengkap tentang sistem permasalahan penerapan hukum pidana, silahkan menghubungi kami.

 

Recommended Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Start typing and press Enter to search