Mengurangi Resiko Perselisihan Hubungan Industrial bagi Perusahaan

 In Hukum Ketenagakerjaan

Salah satu kekhawatiran terbesar dalam mengelola perusahaan adalah terkait hubungan industrial, terutama antara pekerja-pengusaha. Keberadaan Undang-undang no 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang bisa dikatakan lebih pro pekerja, menjadikan pengusaha semakin tertekan. Hal ini tdak terlepas dari potensi terjadi perselisihan sehingga terpaksa harus berurusan dengan Pengadilan Perselisihan Hubungan Industrial. Pertaruhannya adalah waktu, biaya, tenaga, fikiran akan terbuang selama proses, dan hal yang paling serius dampaknya adalah reputasi perusahaan akan menurun ketika memiliki masalah hukum. Padahal ujung-pangkal perselisihan seringkali hanya tentang upah dan kesejahteraan pekerja. Sehingga perusahaan perlu melakukan upaya-upaya strategis untuk melakukan mitigasi atas potensi perselisihan tersebut. Hal apa sajakah yang diperlukan untuk “menyelamatkan” perusahaan dari perselisihan-perselisihan yang tersebut dalam UU Ketenagakerjaan? Berikut sedikit gambarannya.

Tata Kelola Perusahaan Baik

Bagaimana melihat tata kelola sebuah perusahaan yang baik? Tata kelola perusahaan yang baik itu meliputi 4 hal yaitu pertanggungjawaban, transparansi, keadilan, dan akuntabel. Lantas bagaimana upaya untuk memenuhi ke-empat komponen tersebut? secara normatif ada dua hubungan berbeda dalam tata kelola perusahaan yaitu hubungan antara perusahaan dengan negara, yang dalam hal ini seberapa jauh perusahaan tertib hukum terkait kelengkapan dokumen perijinan, pajak, kekayaan intelektual dan sebagainya. Kemudian yang kedua adalah hubungan industrial antara pengusaha dengan pekerja (termasuk didalamnya adalah serikat pekerja jika ada) keempat hal tersebut terangkum dalam UU ketenagakerjaan pasal 1 ayat 7 dan 8 yang pada intinya menjabarkan pentingnya dalam sebuah perusahaan itu memiliki perencanaan kerja yang  matang, karena ini akan menjadi dasar sebuah perusahaan dalam pengambilan keputusan dan kebjakan agar tericipta hubungan  ketenagakerjaan yang berkesinambungan.

Selain perencanaan, hal yang terpenting dalam sebuah tata kelola perusahaan adalah terkait informasi. Informasi ketenagakerjaan merupakan pintu awal adanya keterbukaan dalam hubungan industrial. Ketika semua hal dilakukan secara terbuka, maka akan dengan mudah membangun relasi yang proporsional dalam hubungan ketenagakerjaan.

Kemudian komponen-komponen tata kelola perusahaan yang baik ini perlu diturunkan menjadi sebuah aturan yang disepakati secara bersama-sama hingga detail teknis pelaksanaannya.

Kelengkapan Dokumen Legal adalah Kunci

Meskipun UU Ketenagakerjaan cenderung pro pekerja, namun pengusaha memiliki posisi tawar yang lebih baik. Karena semua ketentuan hukum ketenagakerjaan sudah terukur dan ada rumusnya, sehingga pengusaha bisa menakar sejauhmana proses tersebut akan selesai dan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan ketika terjadi perselisihan. Hanya saja, harus ditunjang dengan kelengkapan dokumen legal yang meliputi peraturan perusahaan atau Perjanjian kerja bersama, kemudian kontrak kerja antara pengusaha dan pekerja, Prosedur standar operasional, standar penilaian kinerja dan ketentuan-ketentuan administratif lainnya.

Lalu bagaimana untuk perusahaan yang sudah terlanjur berjalan apa adanya tanpa memperhatikan komponen tata kelola perusahaan yang baik? Tentu bisa dilakukan penyesuaian dengan keadaan faktual. Tentu akan ada konsekuensi atas perubahan sistem dalam tata kelola perusahaan, akan ada beberapa tindakan perusahaan yang mungkin berdampak terjadinya sengketa ketenagakerjaan. Namun demikian, perusahaan tidak perlu takut untuk menghadapi proses  penyelesaiannya, karena semuanya sudah terukur berdasarkan ketentuan hukum.

Aspek legal administratif dalam tata kelola perusahaan merupakan hal prinsip yang perlu dikedepankan untuk mengurangi resiko terjadinya perselisihan yang tidak memiliki kepastian atas hasilnya.

oleh: Ardian Pratomo (Advokat MANP Lawyers Litigation & Corporate)

*Tulisan ini merupakan opini pribadi dan bukan kajian komprehensif pada suatu perkara. untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami.

Recommended Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Start typing and press Enter to search