Beraktivitas yang Aman dan Produktif (New Normal)

 In Tentang New Normal

Pemerintah Republik Indonesia telah mencanangkan sebuah kondisi kenormalan yang baru (new normal). Kendatipun demikian, status kebencanaan yang tertuang dalam Keppres nomor  12 tahun 2020 belum dicabut, yang artinya saat ini Indonesia masih dalam situasi darurat Kesehatan sebagaimana disebutkab dalam Keppres nomor 11 tahun 2020. Tidak dicabutnya status bencana ini tentu tidak terlepas dari data persebaran covid-19 yang masih tinggi dimana berdasarkan laman resmi pemerintah covid19.go.id pemutakhiran terakhir tanggal 8 Juni 2020, masih ada 32.033 orang yang dinyatakan positif, dengan 1.883 orang meninggal dunia. Namun, kita masih bisa memupuk harapan untuk masa depan yang baik karena angka kesembuhan cukup tinggi yaitu 10.904 orang (34%) dinyatakan sembuh.

Jika melihat langkah yang diterapkan Pemerintah melalui new normal ini bukanlah mengeluarkan keppres untuk pencabutan status bencana, namun hanya Menteri Perdagangan yang mengeluarkan Surat Edaran nomor 12 tahun 2020 tentang Pemulihan Aktivitas Perdagangan pada masa Pandemi Covid-19 dan New Normal (SE new Normal), maka dapat dikatakan bahwa tidak ada pelonggaran terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diatur melalui Permenkes nomor 8 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Namun, jika kita melihat kembali keputusan kepala BNPB nomor 13.A tahun 2020 yang menyatakan bahwa keadaan darurat berakhir pada 29 mei 2020, maka kondisi saat ini merupakan sebuah transisi untuk melihat status baru, dan kebijakan seperti apa yang akan diterapkan setelah ini.

Langkah pemberlakuan new normal ini tentu bukan tanpa resiko pun juga bukan tanpa kontroversi. Sejumlah kalangan mendukung, karena memang ini satu-satunya cara untuk bertahan agar tidak terjebak dalam krisis ekonomi yang berkepanjangan karena belum ditemukannya anti virus. Namun, tidak sedikit yang mencibir dan marah karena menganggap pemerintah telah “membunuh” warganya, dan menganggap new normal ini sebagai bentuk herd immunity.

Lalu seperti apakah gambaran new normal dengan tajuk aktivitas masyarakat yang aman dan produktif yang akan diterapkan di beberapa daerah di Indonesia ini? Kemarin, gugus tugas covid-19 telah mengumumkan 136 kota/kabupaten yang dalam zona kuning telah dipersiapkan untuk pelaksanaan new normal, setelah sebelumnya ada 102 kab/kota yang berada dalam zona hijau telah menerapkan. Sehingga saat ini sudah total terdapat 228 kab/kota atau 44% yang bersiap untuk melaksanakan new normal. Bersama dengan ini Kepala BNPB mengeluarkan Surat Edaran nomor 7 tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19.

SE Kepala BNPB tersebut lebih menekankan kepada masyarakat secara individu untuk lebih taat dalam menjaga diri dan Kesehatan, artinya masyarakat sendiri harus menaati protokol Kesehatan secara mandiri yaitu dengan tetap menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak ketika beraktivitas di dalam wilayah atau aglomerasi yang sama, namun ketika harus keluar dari wilayah tersebut ada satu persyaratan lagi yang harus diterapkan yaitu keterangan sehat yang dibuktikan melalui hasil test polymerase chain reaction (PCR).

Pada akhirnya masyarakat satu sama lain harus bisa membangun budaya hidup sehat masing-masing, sehingga new normal ini bisa diterapkan.

oleh : Ardian Pratomo (Lawyer di MANP Lawyers litigation & Corporate)

*Tulisan ini adalah pendapat pribadi, bukan kajian ilmiah yang komprehensif terhadap suatu kasus. untuk mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami.

Recommended Posts

Leave a Comment

Start typing and press Enter to search