Mengenal Desain Industri dalam HKI

 In Hukum HKI

Business, Content, Copyright, Digital, Law Grey Logo Design and Business Card TemplateSalah satu bidang perlindungan Hak Kekayaan Intelektual adalah desain industri. Desain industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan. Definisi pada pasal 1 angka 1 Undang-undang nomor 31 tahun 2000 ini tentunya tidak mudah dipahami oleh masyarakat umum. Sehingga perlu dijabarkan dengan lebih detail.

Secara garis besar, desain industri ini adalah sebuah produk yang nampak secara fisik yang memperlihatkan bahwa produk tersebut memiliki bentuk dan pola tertentu. Bentuk tersebut jika dilihat secara langsung orang bisa mengetahi nama barang tersebut beserta fungsinya untuk apa. Sehingga sebuah produk baru bisa dikatakan sebagai desain, dia harus memiliki fungsi tertentu. Karena fungsi itulah yang membedakan bentuk itu sebagai desain atau hanya karya seni semata.

Secara ilmiah, desain sendiri disebut sebagai seni terapan yang bisa berarti kata benda maupun kata kerja (proses). Desain merupakan sebuah bagian dari sebuah kreativitas, dimana basis kreasinya adalah dari sebuah ide. Hal itulah yang melatar belakangi arti pentingnya perlindungan kekayaan intelektual desain industri, karena yang menjadi basis perlindungan adalah ide orisinil dalam menciptakan kreasi seni berupa desain.

Mengapa perlindungan atas desain industry ini penting? Hal ini tidak terlepas dari konsekuensi karena Indonesia telah meratifikasi Agreement Establishing the World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia) yang mencakup Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights (Persetujuan TRIPs) melalui UU no 7 tahun 1994  tentang Pengesahan Agreement Establishing The World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia). Selain itu, tujuan lain dari perlindungan atas desain industry adalah untuk memajukan dan mendorong industry di Indonesia yang begitu kaya untuk membuat desain-desain yang memiliki kualitas yang bagus.

Adapaun produk yang masuk dalam kategori desain industri cukup banyak, dalam lucano classification ada pengelempokan menjadi 33 klasifikasi barang yang bisa didaftarkan perlindungan desain industri. Mengenal klasifikasi ini sangat penting, karena setiap produk memiliki kategorinya masing-masing. Hal ini untuk memudahkan bagi masyarakat yang akan melakukan pengeceka, sehingga bisa mengenali bahwa produknya masuk kategori desain dalam kelas apa. Pengetahuan terhadap klasifikasi ini menjadi penting untuk mempermudah proses pendaftaran. Meskipun dalam pendaftaran terdapat tahap pemeriksaan administrative maupun substantive terhadap kelayakan desain industry tersebut didaftarkan, bukan berarti pendaftaran desain industry itu sulit. Pemohon memiliki banyak kesempatan untuk melengkapi persyaratan tersebut apabila tim pemeriksa menemukan kekurangan dan pendaftaran bisa ditarik kembali.

Kemana masyarakat harus mendaftarkan desain industri miliknya? Dan berapakah biayanya?

Masyarakat bisa melakukan pendaftaran di kantor Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual terdekat, atau bisa memberikan kuasa kepada advokat, atau memberikan surat tugas kepada karyawan (jika pemohon adalah Badan Hukum). Sedangkan biaya pendaftaran di awal adalah 600.000 rupiah per permohonan.

*Oleh Ardian Pratomo (MANP Lawyers Litigation & Corporate)

*Tulisan ini bersifat subyektif dan bukan kajian menyeluruh terhadap suatu perkara, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai HKI silahkan menghubungi kami.

Recommended Posts

Leave a Comment

Start typing and press Enter to search