Klasifikasi Saham Perusahaan dan Hak Pemilik Saham

 In Hukum Penanaman Modal

Dunia bisnis di era digital mengalami perubahan yang sangat signifikan, tata kelola usaha yang sebelumnya lebih banyak bergantung pada produk dan bagaimana kreativitas pemasaran, kini bisnis mulai mengejar nilai dari kegiatan usaha yang dilakukan. Hal ini terlihat semakin berkembangnya bisnis-bisnis rintisan (berbau) teknologi yang sering disebut sebagai startup. Saat ini menurut menristek Muhammad Nasir sudah ada sekitar 1307 startup yang ada di Indonesia, dan Pemerintah menargetkan ada 4500 startup di Indonesia pada tahun 2024. Dari ribuan startup tersebut, menurut menkominfo periode (2014-2019) Rudiantara terdapat 5 startup yang kini menjelma menjadi unicorn atau perusahaan yang kapitalisasi sahamnya lebih dari US$ 1 miliar yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan Ovo. Bahkan Gojek sudah masuk dalam kategori Decacorn karena kapitalisasi sahamnya sudah lebih dari US$ 10 miliar, hingga pada akhirnya menerbitkan saham seri F, yang artinya jauh diatas saham Seri C yang nilai sahamnya US$ 25  – 100 juta. Padahal Saham Seri C ini hanya diberikan untuk perusahaan yang sudah dianggap mature (dewasa), yang fungsinya untuk pengembangan bisnis dengan membuka cabang di beberapa daerah.

Sebenarnya bagaimana klasifikasi saham itu sendiri? Dan bagaimana aturan hukum bisa menjembatani prinsip bisnis ini sehingga terbangun mitigasi resiko baik untuk pemilik saham maupun pemilik perusahaan tersebut?

Dalam Pasal 53 UU no 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas klasifikasi saham dibedakan menjadi:

  1. Saham dengan hak suara atau tanpa hak suara
  2. saham dengan hak khusus untuk mencalonkan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;
  3. saham yang setelah jangka waktu tertentu ditarik kembali atau ditukar dengan klasifikasi saham lain;
  4. saham yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima dividen lebih dahulu dari pemegang saham klasifikasi lain atas pembagian dividen secara kumulatif atau nonkumulatif;
  5. saham yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima lebih dahulu dari pemegang saham klasifikasi lain atas pembagian sisa kekayaan Perseroan dalam likuidasi.

walau sebenarnya, dari klasifikasi tersebut saham hanya dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu saham preferen (Preferen stock) dan saham biasa (common stock). Perbedaannya hanya terletak pada hak dan kewajiban dari pemiliknya. Pemilik saham biasa memiliki hak untuk memilih direktur dan komisaris, dan memiliki hak untuk melakukan pemesanan kembali sehingga memiliki proporsi kepemilikan perusahaan kembali ketika terjadi likuidasi. sedangkan pemilik saham preferen memiliki hak untuk didahulukan pengembalian investasinya ketika terjadi likuidasi, serta mendapatkan deviden dengan nilai yang sudah ditetapkan dan tidak tergantung pada performa perusahaan.

dalam bidang bisnis, ada beberapa model pendanaan yang bisa dikategorikan sebagai saham biasa yaitu:

  1. Seed round, atau pendanaan permulaan. Pendanaan model ini muncul setelah adanya kesepakatan antara ide bisnis, rencana bisnis, serta rencana pengembangan yang matang. Jumlahnya berkisar antara Rp. 500 juta – Rp. 2,5 miliar. Pendanaan ini biasanya digunakan untuk operasional awal seperti sewa kantor, gaji karyawan dan sebagainya.
  2. Pendanaan Seri A, jika sebuah perusahaan sudah mulai berkembang dan memiliki rencana pengembangan maka membutuhkan tambahan modal. Pendaan yang masuk kategori seri A bernilai antara Rp. 10 miliar hingga Rp 33 miliar.
  3. Pendanaan Seri B, pendanaan yang berkisar antara Rp 33 miliar hingga Rp. 88 miliar ini bertujuan untuk melakukan ekspansi bisnis.
  4. Pendanaan Seri C, secara prinsip hamper sama dengan pendanaan Seri B hanya saja nilainya lebih besar yaitu US$ 25 juta – US$ 100 juta. Perusahaan yang mendapatkan pendanaan Seri C adalah perusahaan yang dianggap sudah dewasa (mature). Perusahaan yang sudah dewasa memiliki kecederungan pertumbuhan laba lambat namun sangat stabil.
  5. Pendanaan Seri D, E, F juga secara prinsip sama dengan Seri C, hanya besarnya nilai pendanaan yang membedakan. Level pendanaan Seri ini akan menjadikan sebuah perusahaan menjadi unicorn, atau bahkan decacorn seperti Gojek saat ini.
  6. Initial Public Offering (IPO), perusahaan IPO adalah perusahaan terbuka yang memberikan kesepatan kepada public untuk memberikan permodalan.

Berdasarkan klasifikasi tersebut diatas, bagaimankah posisi dari para pemegang saham dalam sebuah perusahaan?

Forum tertinggi dalam sebuah perusahaan adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan secara berkala sebagaimana diatur dalam UU Perseroan Terbatas.  Selain memiliki hak menyatakan pendapat dalam RUPS dan menerima deviden serta sisa kekayaan jika terjadi likuidasi (Pasal 52 UU 40/2007), ada beberapa hak yang melekat pada pemilik saham tersebut berdasarkan UU 40/2007 tentang PT diantaranya; Hak Perseorangan untuk mengajukan gugatanapabila dirugikan (Pasal 61 (1)), Hak Menilai Harga Saham sehingga ketika dijual bias dibeli dengan harga yang wajar (Pasal 62 (1)), Hak untuk didahulukan ketika dilakukan pengeluaran saham untuk penambahan modal (pasal 43), Hak gugatan Derivatif yaitu hak untuk menggugat direktur dan/atau komisaris dikarenakan kesalahan yang menimbulkan kerugian (pasal 97 (5)), Hak pemeriksaan atau hak untuk mengajukan permohonan pemeriksaan atau audit perusahaan (pasal 138 (3)), kemudian hak mengajukan RUPS (pasal 79 (2)), dan Hak meminta pembubaran perseroan (pasal 144 (1)).

Terkait dengan Hak gugatan derivatif, hak Pemeriksaan, Hak mengajukan RUPS, dan Hak meminta pembubaran perseroan, pemilik saham harus memenuhi persyaratan terkait kepemilikan saham yaitu 1/10 dari jumlah saham. Artinya jika sendiri tidak memenuhi persyaratan 1/10, maka pemilik saham tersebut bisa mengajak pemilik saham yang lain untuk bersama-sama agar terpenuhi persyaratan 1/10 tersebut.

Oleh: Ardian Pratomo (Lawyer di MANP Lawyers Litigation & Corporate)

*Tulisan ini bukan merupakan kajian komprehensif terhadap sebuah perkara sebuah perusahaan, untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami.

Recommended Posts

Leave a Comment

Start typing and press Enter to search