Mencermati Kembali Pelanggaran atas Data Pribadi

 In Hukum Siber & Niaga-el

Beberapa hari belakangan sosial media dihangatkan dengan peristiwa Denny Siregar (DS) akan menggugat Telkomsel di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena merasa Telkomsel telah melakukan perbuatan melawan hukum (PMH) karena telah membocorkan data pribadi milik  DS. Meskipun hingga saat ini penelusuran melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan belum teregister, namun peristiwa ini cukup menyita perhatian publik.

Dalam tulisan ini saya tidak akan beropini atas permasalahan antara DS vs telkomsel, namun saya akan melihat penggunaan data pribadi untuk bebagai kepentingan melalui media komunikasi. Karena saya mengamati setelah munculnya kasus DS banyak pelanggan telkomsel yang juga mengeluhkan banyaknya SMS spam yang mereka terima, kemudian sebagian besar dari mereka mulai melakukan generalisasi atas kasus DS dengan yang mereka alami.

Secara prinsip ada perbedaan diantara masalah yang dialami oleh DS dengan pelanggan telkomsel yang lain. kalau yang dialami DS itu murni penyalahgunaan data pribadi yang dilakukan oleh oknum di telkomsel, namun yang dialami oleh pelanggan telkomsel lain yang menerima SMS spam tersebut adalah oknum di luar telkomsel yang melakukan kejahatan dengan memanfaatkan kelemahan sistem data telkomsel. Hal ini sebenarnya juga terjadi pada operator yang lain, hanya saja karena pelanggan telkomsel yang berjumlah 171,1 juta dan 212.235 bts yang dimiliki (sumber: laporan tahunan yang diunduh dari laman resmi telkomsel.com) menjadikan peluangnya lebih besar untuk dieksploitasi.

Setidaknya ada 2 jenis “gangguan pelanggan” yang sering terjadi yaitu, SMS broadcast untuk menawarkan pinjaman atau penipuan dengan kedok hadiah, serta SMS LBA (local based advertising). Jika SMS broadcast ini dilakukan secara random, yaitu pelaku melakukan pendaftaran nomor telkomsel menggunakan data palsu yang berasal dari data pribadi yang tersebar di internet. Kemudian melakukan pengiriman SMS secara random dengan menggunakan generator sebagai alat untuk me-generate varian nomor yang mereka ambil sebagai sampel. Banyak kalangan ahli IT yang memiliki kemampuan untuk membuat aplikasi random number generator. Jadi cara bekerjanya, sebuah nomor tertentu (karena kombinasi nomor untuk setiap daerah berbeda) dimasukkan dalam aplikasi generator tadi sehingga akan muncul nomor-nomor yang kemungkinan dimiliki oleh pelanggan telkomsel. Dengan berbekal SMS gratis sebagai bonus atas sejumlah sms berbayar sebelumnya, maka pelaku bisa dengan mudah dan murah untuk mengirim SMS kepada berapapun nomor hasil generator tersebut. Namun berbeda dengan SMS LBA, LBA ini adalah sistem iklan yang menggunakan frekuensi dengan memanfaatkan banyaknya infrastruktur BTS (Base Transceiver Stastion) yang dimiliki telkomsel. Jadi pengiklan harus menjalin Kerjasama dengan telkomsel untuk menggunakan LBA ini. Meskipun data pribadi pelanggan tidak disebarkan, namun menggunakan BTS untuk mengakses pelanggan telkomsel yang ada disekitarnya itu tentu merugikan konsumen, karena tidak ada kesepakatan tertentu bahwa konsumen bersedia menerima iklan tersebut. Artinya, untuk SMS broadcast ini terjadi karena telkomsel dan operator lain serta pemerintah belum memiliki regulasi yang memadai untuk melakukan verifikasi penggunaan sim card, jadi tidak sepenuhnya salah operator. Sedangkan untuk SMS LBA, ada kecenderungan telkomsel melakukan pelanggaran atas hukum perlindungan konsumen (Undang-undang nomor 8 tahun 1999) karena dengan sengaja membuat kerjasama dengan pihak lain yang menyebabkan terlanggarnya hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. (pasal 4 angka 1).

Melalui kasus ini, ada beberapa hal yang harus segera dibenahi oleh negara dan juga para pengusaha dibidang telekomunikasi untuk membuat sistem verifikasi yang mampu mengeliminasi peluang terjadinya pelanggaran atas data pribadi.

oleh : Ardian Pratomo (Lawyer di MANP Lawyers litigation & Corporate)

*Tulisan ini adalah pendapat pribadi, bukan kajian ilmiah yang komprehensif terhadap suatu kasus. untuk mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami.

Recommended Posts

Leave a Comment

Start typing and press Enter to search